Faedah Istighfar

Kisah Imam Ahmad dan Tukang Roti

Suatu kali Imam Ahmad bin Hambal tergerak hatinya untuk hijrah dari Irak menuju Mesir tanpa tahu apa penyebabnya. Berangkatlah beliau dari rumahnya untuk menuruti keinginan hatinya itu. Sesampainya disana beliau menjalankan Shalat Isya berjamaah dan beristirahat sejenak di dalam Masjid. Namun beliau justru dimarahi oleh marbot masjid tempat beliau beristirahat, marbot itu memarahinya tanpa mengetahui siapa orang yang dimarahi tersebut. walaupun Imam Ahmad merupakan ulama terkenal namun tidak banyak orang yang mengetahui wajahnya , kebanyakan mereka hanya kenal dari namanya saja maka tidak heran apabila marbot masjid memarahi beliau.

Imam Ahmad berkata "Saya ingin istirahat sejenak, saya musafir". Kata marbot "tidak boleh tiduran di masjid, barroh!!!. 

"Barroh" merupakan kata usiran yang bersifat kasar, andai marbot itu tahu pasti dia akan menyesal dan meminta maaf kepada imam Ahmad, namun Imam Ahmad yang rendah hati tidak ingin mengenalkan dirinya beliau faham kalau marbot tersebut sedang marah dan beliaupun keluar menuju ke teras masjid untuk melanjutkan istirahatnya. Namun lagi-lagi marbot memarahinya dan kali ini menggunakan kata yang lebih kasar yakni "Rowwah". Rowwah berasal dari kata ruh, yang berarti marbot itu menginginkan Imam Ahmad pergi sekalian dengan ruhnya dari tempat itu.

Imam Ahmad menuruti permintaan marbot masjid dan berjalan tanpa tujuan, akhirnya diperjalanan beliau bertemu dengan tukang roti dan beliau pun dipanggil "Ya Syaikh, kemarilah sejenak beristirahatlah disini". Beliau akhirnya beristirahat sambil memerhatikan tukang roti tersebut. dilihatnya bibir dari tukang roti ini selalu bergerak dan mengucapkan sebuah kata yakni 'Istighfar'.

Imam Ahmad yang faham betul dengan perilaku tukang roti ini pura-pura bertanya "Ya Syaikh, ada apa gerangan selalu beristighfar tiap kali membuat roti?". Tukang roti itu menjawab "Ya Syaikh, Wallahi saya selalu beristighfar sampai semua keinginan saya tercapai kecuali satu, yakni saya ingin bertemu dengan Imam Ahmad baik itu sebelum beliau wafat atau saya wafat dahulu." Imam Ahmad terkejut dan spontan menjawab "Allahu akbar, jadi anda yang menyebabkan saya berangkat jauh dari mesir kesini sampai diusir dari masjid untuk menjawab istighfar anda ya Syaikh".

Dari kisah hikmah disini dapat diambil kesimpulan bahwa dari istighfar bisa menjawab doa bahkan sebelum doa itu diucapkan. Karena dari istighfar akan turun yang namanya cinta dari Allah. bukan kah tanda cinta dari Allah dengan adanya ampunan dari Nya ? sama seperti yang tertulis dalam QS Ali-Imran ayat 31 
يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ. 

Bahkan dianjurkan apabila kita memiliki banyak keinginan cukup dengan beristighfar. contoh : kita ketahui bahwa waktu jeda antara khutbah jumat pertama dan kedua merupakan waktu yang sempit dan mustajab untuk berdoa maka apa yang diucapkan oleh khatib ?
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

Bukankah khatib meminta jamaah untuk beristighfar ? maka mulailah dari sekarang untuk beristighfar kepada Allah. Istighfar yang paling efektif adalah ketika di waktu sahar sekitar 30 menit sebelum adzan shubuh sambil membayangkan dosa apa yang sudah dibuat dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Insya Allah , Semoga kita termasuk dari orang - orang yang dicintai oleh Allah SWT.
Amiin

Komentar